Minggu, 15 Januari 2012
pukul 21.00 WIB tepatnya usai ujian proposal berlangsung kami bertiga (aq, bus
dan udin) meluncur ke warung kopi dengan Yamaha vixion model terbaru. Suasana malam
ini amat dingin, terasa agak sesak di rongga dada, rintik-rintik air hujan
perlahan membasahi tubuh kami, sesekali cahaya petir menerangi cakrawala langit
gelap malam ini.
Tiba di lokasi, kami
langsung memilih tempat duduk di tepi jalan raya. Kami di sapa beberapa teman
yang sudah nongkrong lebih dulu, mereka Nampak sudah lama di tempat duduknya,
terlihat minuman mereka sudah hamper habis. Percakapun pun berlangsung dengan
akrab, kerap kali gelak tawa mewarnai suasana meja kami.
“Ver, minum apa?”, Tanya kang
bus yang dari tadi melihat saya hanya diam. “Teh hangat, kang”, jawabku sambil
mengelus-elus bahu karena kedinginan. “kalo kamu din?” Tanya kang bus ke udin. Sambil
menghisap rokok udin menjawab “ seperti biasa kang, kopi pahit”. Tanpa berkata
apa-apa kang bus langsung meluncur ke dalam warung. Tak lama kemudian minuman
kami pun siap untuk dinikmati.
Percakapan yang tadi
sempat terputus karena memesan minuman berlangsung kembali. Percakapan mengalir
tanpa ada topik yang disepakati. Terkadang membahas teman yang kemarin dijumpai
di suatu tempat, kadang juga saling menyindir soal wanita, bahkan sempat
menyangkut-nyangkut sepasang pemuda-pemudi kehujanan yang melintas di depan
kami.